Senin, 05 Januari 2009

Israel - Palestina (Indonesia Sok Peduli Agh... Belum Tentu Mereka Peduli ke Indonesia)

Parah nich Indonesia... negara bumi persada tercinta yang kaya raya akan hasil bumi dan bangunannya... kini jadi negara kere yang paling munafik yang miskin papa tak punya apa-apa dan jadi sarang gelandangan. Indonesia peduli pada luar, sedangkan nasib negeri sendiri saja tak perduli. Karena omongan Pers yang berlagak seperti jagoan di tengah lapangan, padahal cuma merangkak di pinggir gedung berharap ngga kena imbas dari serangan bom. Indonesia punya banyak dukungan untuk luar negeri, tapi sayang orang luar cuma tertawa melihat Indonesia merangkak pura-pura pintar seperti anak bayi yang baru berdiri. Israel dan Palestina seperti 2 kubu yang ditakdirkan bertarung. Indonesia? Bekas jajahan orang luar, munafik yang berlagak sebagai negara berkembang. Berusaha menampakkan batang hidung di jendela yang sempit. Indonesia bagai kotoran yang keluar dari jamban dimakan belatung yang kelaparan. Berharap mendapat simpati, justru mendapat 'gelengan kepala' dari sluruh dunia.
Indonesia banyak berharap, tapi sayang Indonesia tak pernah bergerak. Semua aparat melihat keluar negeri, seolah olah orang miskin di Indonesia ini sudah makmur? BBM saja masih langka, gaji guru saja masih rendahan, PHK ada di mana-mana, dan korban Lavindo masih merangkak mengemis meminta seruan dari sang Jago Pertiwi. Kemana jago itu?? Kemana pemimpin kita?? Kamu semualah jago itu. Untuk apa perduli di luar sementara dalam diri sedang carut marut?
Indonesia sudah sinting karna kecamuk di dalam dan mencari refreshing di luar negeri. Percuma boykot produk Amerika, hanya mengurangi devisa negara yang tertanam investasi dari luar negeri. Indonesia sudah makmur?? Omong kosong!! Indonesia busung lapar.. Indonesia penuh dengan orang-orang bodoh. Indonesia pendidikannya melarat. Indonesia takkan pernah makmur jika semua diplomasi slalu dipentingkan dari pada generasi Indonesia yang jelas berteriak di depan telinga kaum pejabat. Mereka pura-pura tuli... Indonesia jadi patung antara Israel dan Palestina... Indonesia seperti kata dalam tempurung, peduli di luar, tapi pura-pura tuli di dalam. Perkara mereka adalah urusan mereka. Indonesia juga punya urusan!! Jangan jadi taik kucing di dalam pasir yang sembunyi tapi baunya ke mana-mana. Indonesia harus harum seperti bunga, yang semerbak bagaikan mawar dan anggun bagaikan melati. Wahai Presiden!! Uruslah negerimu. Wahai Pers!! Tutup mulutmu yang membuat suatu provokasi di Indonesia, engkau seperti anjing yang menggonggong!! Kafilahmu hanya haluan. Kau bagaikan mayat yang membusuk hanya kebusukanlah daripadamu. Cukup sudah Indonesia, kapan lagi kau perbaharui diri?? Ini bukan salah siapa-siapa. Tak Cinta tanah air kenapa?? Karena sang Pemboikot barang Luar negeri selalu melihat keluar negeri. Seperti pencuri teriak pencuri... Hey orang Munafik.. sekiranya Indonesia akan hancur dalam puing bersama api yang berterbangan. Roket-roket meluncur di atas kepalamu karena engkau banyak mulut. Manusia rendah sekalipun akan menutup mulut jikalau dia salah.. Namun Engkau Indonesia, binasa sajalahd daripada Rakyatmu menderita. Indonesia terpecah belah nanti, siapa yang salah?? Tanya pada dirimu sendiri kenapa?? Kiamat sudah dekat, Nonsense!! Engkaulah kiamat itu. Mulutmu setajam pisau parahnya lagi hatimu beku bagaikan batu. Indonesia takkan jaya, selama ada teriakan dari yang hina, yang terlantar, yang kelaparan dan yang kehausan. Indonesia dari Sabang meledak hingga ke Merauke. Terpecah bagai piringan, dan berhampur bagai debu. Camkanlah... Urusanmu di dalam lebih penting daripada urusanmu di luar. Siapa yang perduli engkau mengenakan baju atau tidak selain engkau yang merasa malu atau tidak mengenakannya. Malulah pada dirimu, Indonesia...

Jumat, 25 Juli 2008

Arti Cinta

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab, Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan, Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian, Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir. Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam. Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik. Mengapa menunggu? Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa. Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono. Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu. Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu, Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu, Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu. Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius. Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam, Kota Roma tidak dibangun dalam sehari, Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan, Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan. Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, Dan penantian kita tidaklah sia-sia. Walaupun menunggu membutuhkan banya hal - iman, keberanian, dan pengharapan -penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan. Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.

Sumber : http://imas-masrip4h.tripod.com/artcinta.html